Teruntuk Saudara-saudaraku umat Muslim seluruh dunia, selamat ya, akhirnya kita sampai di Ramadhan lagi. Ramadhan yang setiap tahun selalu dimindset-kan kepada seluruh umat Muslim untuk bersedih hati, karena belum tentu kita akan menemuinya di tahun depan. Dan ternyata alhamdulillah kita bertemu lagi dengan Ramadhan. Ya.. Alhamdulillaah, bertemu lagi dengan Ramadhan. Bedanya, Ramadhan kali ini, kita harus bersedih hati dari awal hingga akhir karena adanya pandemi. Ramadhan tetap berjalan, namun nuansanya berbeda. Tapi tenang, jangan bersedih hati, Allah yang maha suci dan maha tinggi telah mengabarkan kepada kita di karyaNya yang disebut "Bacaan Mulia", Ia berkata
"Dan apabila ada hamba-hambaku yang bertanya tentangku (wahai muhammad) katakanlah, sesungguhnya aku dekat, aku menjawab panggilan para pemanggilku jika mereka memanggilku, maka penuhilah (perintahku) dan berimanlah kepadaku agar mereka dalam kebenaran" (QS 2 : 168).
Sudah faham sinyal yang saya maksudkan? Okelah, kalau belum, saya kasih sinyal lain yang dikabarkan dari utusanNya Muhammad (Semoga Allaah selalu berikan rahmat dan keselamatan kepadanya) Berdasarkan validasi dari Abu Sa'id al Khudri, beliau utusan Allah berkata bahwa sesungguhnya bumi ini semuanya adalah Masjid kecuali kuburan dan kamar mandi. Kamu tau arti kata Masjid? Masjid itu berasal dari bentuk "Isim Makan", dimana arti Isim Makan adalah kata benda yang mengisyaratkan makna tempat, dan kata dasar yang digunakan adalah sujud, sehingga arti masjid adalah tempat bersujud. Sujud adalah bentuk tertinggi pengakuan hamba bahwa dirinya rendah, rendah terhadap Dzat yang menciptakannya, sehingga dengan bersujud seharusnya lunturlah kesombongan dan keangkuhan kita serentak dengan tertempelnya bagian tertinggi dari raga kita sejajar dengan bagian rendah dari raga kita.
Mungkin Ramadhan kali ini Allah ingin mengajarkan kepada kita bahwa Dia dekat, Dia ada disetiap nafasmu, Dia bukan perwujudan dari apapun yang kamu bangun selama ini meskipun bukan berarti Dia tak menghargai apapun yang kamu bangun atas namaNya dan untukNya. mungkin Allah ingin menguji, seberapa tulus niatmu dengan melihat seberapa jauh yang kamu lakukan ketika kamu dijauhkan dari simbol-simbol yang selama ini kamu sematkan atas dirimu. Mungkin juga Allah ingin mengajari kita bahwa Dia tidak sepadan dengan jarak yang kita tempuh untuk menuju ke sesuatu yang kita sebut sebagai rumahNya namun tanpa sadar ada setitik kesombongan atas kemegahan yang kita elu-elukan meskipun itu bukan bagian dari seberapa takwa dirimu di hadapanNya. Karena sesungguhnya semesta ini adalah milikNya, hatimu milikNya, dan Dia berhak untuk berada dimanapun ia mau bahkan didalam hatimu sekalipun. Sesungguhnya Dia dan para delegasinya lebih dekat dari urat lehermu.
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir" (QS 50 : 16-18).Jangan berkecil hati, sesungguhnya ia selalu dekat dan hadir disetiap langkahmu. Mungkin Dia hanya ingin menguji seberapa dekat kita dengannya ketika kita saling berjauhan, karena Dia berkata
Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).
Selamat menunaikan ibadah puasa dari rumah, kita berjauhan, tapi semoga hati kita selalu dekat, dekat diantara kita dan dekat dengannya.
Allaahusshamaad (Allah tempat menggantungkan segala urusan)
Wallaahu'alam Bisshawaab

Komentar
Posting Komentar
tolong di komentari,