Pengalaman Saya diterima BLT Berkedok Kartu Pra Kerja (Disertai Gambar) - Part 1



DISCLAIMER : MESKIPUN ADA KETERKAITANNYA DENGAN POLITIK, NAMUN MOHON DIMENGERTI BAHWA POLITIK TIDAK AKAN JAUH-JAUH URUSANNYA DENGAN HAJAT HIDUP ORANG BANYAK, DAN SAYA BAGIAN DARI ORANG-ORANG YANG BANYAK ITU, JADI INI TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN SAYA MENDUKUNG SI A ATAU SI B, CUMA MAU NULIS AJA.. NULIS KOK DILARANG.

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yang bisa kamu baca di sini. Karena saya rasa ini adalah info penting, berkesinambungan dan menanggung hajat hidup orang banyak, maka setiap ada perubahan, perkembangan atau apapun itu yang berkaitan dengan prakerja sebisa mungkin akan saya update di Blog ini. Tujuannya? ya tentu agar mendapatkan traffic pengunjung, dan memastikan bahwa apa yang ada di kepala saya bisa tersampaikan ke anda-anda semua meskipun bentuknya bukan suara.
Jadi, begini ceritanya, pada artikel sebelumnya saya mengulas tentang pengalaman saya mendaftar kartu prakerja. Dalam kurun waktu beberapa hari setelah proses pendaftaran, saya tidak kunjung mendapatkan kepastian apakah saya diterima atau tidak oleh program ini . Media ramai menyebutkan bahwa peserta yang lolos akan mendapatkan notifikasi via SMS hingga hari senin (20 -04-2020) pukul 10.00, dan hingga saat ini (senin, 20-04-2020 pukul 13:14) saya tak kunjung mendapatkan info pasti apakah saya lolos atau tidak dalam program ini. Lalu, dari mana saya tau bahwa saya lolos? singkat cerita saya dapat tawaran untuk ikut meramaikan podcast teman saya di hari sabtu lalu untuk membahas kartu prakerja. Sebelum podcast tersebut direkam, teman saya sempat bertanya apakah saya lolos atau tidak, sontak saya teringat dan langsung membuka laman prakerja.go.id. Tampilan laman user saya pun telah berubah menjadi seperti ini :


Dari tampilan diatas saya tidak menemukan kata "maaf" ataupun "selamat", karenanya langsung saja saya katakan "nggak tau nih, gak ada notifikasi, di email juga gak ada, tapi yang jelas tampilan usernya udah berubah". Setelah rekaman podcast usai, sayapun teringat dengan hasil seleksi istri saya, karena kebetulan kami berdua sama-sama mendaftar program ini. Ternyata tampilan dari user istri saya berubah menjadi seperti ini :


Karena tampilan user yang berbeda, akhirnya dengan jurus "menurut hemat saya" ala Mario Teguh sayapun mengambil kesimpulan bahwa saya lolos seleksi. "Alhamdulillah" dalam batin saya, minimal lolos dulu. Karena saya penasaran, akhirnya sayapun mulai mengulik apa yang ditawarkan program ini. Saya mulai dari mengklik tawaran pelatihan dari masing-masing vendor, mulai lah saya mengklik setiap vendor yang tersedia, sayapun mulai keheranan. Saldo yang disediakan senilai Rp. Rp. 1.000.000 (hingga blog ini dirilis statusnya "masih dalam proses") untuk pelatihan online, dicatat ya, online, sertifikat juga online. Konsekuensi dari pelatihan online adalah kamu hanya mendapat teori, ya teori, tanpa praktek dan bahkan tanpa ada interaksi yang intense untuk memahami yang kamu pelajari. Sampai disini kamu jangan menyangkal dulu, setelah saya cek, harga pelatihan yang ditawarkan rata-rata di kisaran 300-500 ribu rupiah per pelatihan bahkan ada yang mencapai 875 ribu untuk satu bidang saja dengan durasi pelatihan pendek. ini contohnya




Sampai disini jangan sedih dulu bos, bahkan ada pelatihan yang bias tujuan dan fungsinya, dengan harga langsung 1 juta rupiah dengan durasi yang tidak terlalu panjang seperti dibawah ini :


yang katanya, harga asli pelatihannya adalah Rp. 5.244.000 jadi Rp.1.000.000 aja untuk menjadi ojek online handal. Handal? handal jepit!. Sedihnya lagi, pelatihan ini diselenggarakan oleh Skill Academy by Ruang Guru yang pemiliknya tentu anda sudah tau, salah satu stafsus milenial yang pernah saya ulas di sini.

Lantas pentingkah kartu Pra Kerja ini?

Sebelum saya membahas apakah ini penting atau tidak penting, saya akan memberikan pemahaman dulu, bahwa landasan awal saya mendaftar kartu prakerja adalah ini :



Ya, karena saya pelaku usaha UMKM yang kehilangan sumber penghasilan, catat ya penghasilan, bukan pekerjaan, yang dikerjakan, tentu masih ada, tapi kalau yang dihasilkan? ooh, tunggu dulu, ini orang-orang pada kemana ya?. Ini semua imbas dari :


Ya, karena terlambatnya pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk segera mengantisipasi terjadinya virus corona, dan malah membuat diskon pesawat biar orang-orang pada datang. Alhasil
semua kena imbasnya karena adanya pandemi virus corona, dan untuk meng-counter imbas ini, dikeluarkan kartu prakerja? ya Rabb..

Barang tentu kartu prakerja bukan jadi jawaban untuk meng-counter pandemi ini, permintaannya gak ada, pedagang ayam aja harganya jatuh bukan main, bukan ndlosor lagi, udah terjun gak pake payung. Apalagi pengusaha kecil, belum lagi beberapa pedagang yang belum kenal teknologi tapi ikut terdampak, ya tentu ini bukan solusi sama sekali untuk bisa selamat, atau paling tidak menjamin perutnya dan perut keluarganya terisi hingga masalah pandemi ini usai. Lebih menyedihkannya lagi pelatihan yang ditawarkan sudah banyak bertebaran di berbagai platform streaming video gratis (Youtube dll).
Sejatinya program pelatihan tenaga kerja bukan barang baru di Indonesia. Program ini sudah ada dari dulu, bahkan lebih terasa manfaatnya karena pelatihan langsung tatap muka dan 100% gratis, contohnya seperti ini :



Kalau kamu perhatikan, bahkan kurikulumnya jauh lebih berbobot karena prosentase praktek jauh lebih besar dari teori yang artinya peserta akan lebih berkompeten untuk bisa turun dilapangan sebagai seorang pekerja. Perbandingan bak langit dan bumi dengan program menjadi ojek online handal seperti yang ditawarkan sebelumnya. Pandemi seperti ini, kegiatan terbatas, permintaan order turun, lah terus mereka dibiarkan jadi ojek online tapi handal? handal tapi gak ada permintaannya? haloo?. Dan ingat, untuk gelombang pertama terbuka untuk 200.000 peserta yang masing-masing peserta mendapatkan saldo pelatihan online senilai Rp. 1.000.000 untuk berbagai platform yang tersedia. Artinya, gelombang pertama saja sudah ada 200 miliar uang negara berbentuk saldo pelatihan yang disebar-sebar ke berbagai platform yang sudah bekerjasama dengan pemerintah. Jadi sebenarnya ini program prakerja atau program stimulus startup sih?

Wallaahu'alam Bisshawaab

Komentar

Posting Komentar

tolong di komentari,