Pengalaman Saya diterima BLT Berkedok Kartu Pra Kerja dan TAU TAU DITOLAK (Disertai Gambar) - Part 2




DISCLAIMER : ARTIKEL INI BERDASARKAN APA YANG TERJADI KEPADA SAYA, KALAU KAMU PUNYA ALASAN NYATA DAN ADA REFERENSI STATEMENTNYA SAYA MEMBUKA TELINGA DAN MATA SAYA UNTUK INFO TERSEBUT, TAPI KALAU KAMU HANYA MENGULANG HAL-HAL SEPERTI "YAUDAHLAH, SUKUR-SUKUR BLA BLA" YA SILAHKAN SAJA, TAPI MUNGKIN TIDAK SAYA TANGGAPI, KARENA INI BUKAN UNTUK MENYERANG SATU PIHAK, MURNI HANYA ASPIRASI.


Sebenarnya saya sudah malas mengangkat tema ini lagi, selain udah mainstream dan banyak diberitakan di media massa, tema ini banyak disalah-pahami oleh beberapa teman yang tulisan sebelumnya DISINI. Mungkin karena "copywriting" yang saya gunakan saat menyebar artikel sebelumnya menggunakan kata "Berapi-api" dan kebetulan tema yang dibahas juga seputaran kartu prakerja. Beberapa teman menanggapi dengan kata "sabar"," yang sabar", padahal kalau dibaca dengan seksama saya sih sabar-sabar aja, wong ketika itu saya statusnya diterima je. Ingat ya, ada kata "ketika itu" saya diterima, lah sekarang statusnya bagaimana? secara mendadak dan aneh bin ajaib, saya login kembali ke prakerja.go.id, mengisi user name dan password, tampilan laman user saya yang tadinya seperti ini :

Per tadi pagi (Rabu, 22-04-2020 pukul 10.27) mendadak berubah  menjadi seperti ini :


Anda bingung? saya apalagi. Semacam misteri terbesar PHP kelas negara yang belum pernah saya alami sebelumnya. Mungkin kamu-kamu ada yang pernah mengalami php yang lebih dari ini, tapi kalau kelasnya negara ya tunggu dulu, saya nih di PHP kartu prakerja. Bisa jadi juga sebagian dari kamu akan berkata "santai ajalah, kan dibuka terus tiap minggu" atau "sukur-sukur masih bisa daftar kartu pra kerja, bla bla bla", Oke, gak papa kok kalau kamu mau berkomentar begitu, TIDAQ masalah, semua orang kan punya kebebasan untuk berpendapat sesuai keyakinannya, tapi mohon nggih mbak mas sekalian, saya diberi kebebasan juga untuk menyuarakan ini, di media saya sendiri, blog saya sendiri, karena menurut saya hal ini bisa jadi merupakan bagian dari maladministrasi.

Saya sempat tanya ke teman yang statusnya diterima, dan semuanya punya pengalaman yang sama, lamannya berubah dan ada pilihan untuk kelas yang akan diikuti, tapi kok ya saya dapet apesnya setelah lamannya berubah dengan menampilkan ada pilihan-pilihan kelas kok ya mendadak jadi belum diterima, timing-nya  kok bisa pas. Pas setelah saya menulis blog tentang pengalaman diterima kartu pra kerja, kok ya mendadak saya jadi gak keterima? padahal sebelumnya sudah diterima 

Apakah ini sebuah konspirasi? atau sebuah kuldi? perasaan yang baca blognya juga gak banyak-banyak amat. Jangan senang dulu Pardiman, selain status saya yang mendadak berubah, kalau baca artikel sebelumnya, saya sempat membahas tentang kelas ojek online yang diselenggarakan Skill Academy. Kemarin, ketika saya cek lagi dalam rangka mau menunjukkan keanehan tersebut kepada seorang teman, mendadak harganya juga berubah, dari yang tadinya harga sebelum diskon tertera Lima Juta empat ratus ribu sekian dengan klaim bahwa penerima pra kerja mendapatkan harga khusus satu juta saja yang sama artinya didiskon empat juta empat ratus sekian, kemarin saat saya cek, harganya mendadak berubah, menjadi harga dasarnya 1.115.000 yang artinya cuma diskon 115.000 untuk penerima kartu pra kerja. Sayangnya fenomena ini tidak sempat saya screen shoot, dan pagi ini mau saya screen shoot karena bertepatan dengan fenomena saya ketolak kartu pra kerja, harganya udah berubah lagi menjadi 4 juta sekian.

padahal sebelumnya harganya adalah sekian ini


Entah kenapa saya curiga, jangan-jangan harga aslinya emang hanya 1.115.000 seperti yang kemarin, karena harga per kelasnya ketika saya cek hanya 200.000an, dan dinaikkan seakan-akan mahal dan worthy untuk dihargai hingga 5 juta. Ah entahlah, saya lelah dengan akal-akalan, walaupun saya tidak bilang ini akal-akalan,silahkan kamu simpulkan sendiri. Kalau ada yang punya pengalaman sama, bisa sharing di kolom komentar ya. Maaf tulisan kali ini berantakan.

Wallaahu'alam bisshawaab

Komentar